Arsip untuk Februari 24th, 2010

h1

SAHABAT JIWA…..

Februari 24, 2010

Sekian lama…sepanjang umurku tanpa lelah aku mencarimu
didalam pencarian itu aku terus berupaya menemukanmu
dan kini….telah aku temukan engkau…sahabat jiwaku…

Ketika aku digunjingkan,difitnah dan disakiti…orang-orang diluar sana mengatakan : ‘Kasian…’ bahkan terkadang malah ikut-ikutan menggunjingkan,menjauhi,dan bahkan semakin menenggelamkan aku dalam keterpurukan tanpa mencari tahu kebenaran….
Namun engkau datang dengan senyummu dan mengatakan :
‘Bersyukurlah…karena pahala orang-orang yang menyakitimu akan Allah berikan padamu…’ akhirnya jiwaku menjadi tentram,tak ingin mendendam bahkan mampu memaafkan….

Ketika aku mengalami musibah dan kegagalan,orang-orang diluar sana mengatakan : ‘Mungkin kamu kurang amal!’ bahkan ikut menertawakan….
Namun engkau selalu datang dengan kelembutan dan mengatakan:
‘Berbahagialah….karena musibah adalah tanda cinta Allah kepadamu…..’ dan kegagalan akan membuatmu semakin berupaya menjadi lebih baik’…
Akhirnya akupun mampu berserah dan bisa merasakan bahwa musibah ataupun kegagalan adalah karunia dariNYA…
Dan dengan musibah itu aku semakin berupaya untuk semakin taat kepadaNYA dan aku tidak berupaya untuk merubah kehendakNYA menjadi kehendak egoku..

Ketika aku jatuh sakit,orang-orang diluar sana mengatakan :
‘kamu tidak menjaga kesehatan,kamu jadi menyusahkan banyak orang!’
namun engkau datang dan mengatakan:
“Semoga Allah memberikan hikmah dalam sakitmu dan mengapuskan dosa-dosamu’….
Akhirnya akupun ikhlas,bersabar dan tidak berkeluh kesah karena engkau semakin membuatku merasakan ‘kehadiran’ dan kasih sayangNYA kepadaku

Ketika teman-teman diluar sana meragukan dan mempertanyakan perubahanku bahkan memandang sebelah mata .. mencibir …..
engkau adalah satu-satunya orang yang paling bahagia mendukung dan menghargai proses hijrahku, seperti besarnya rasa bahagia,bangga dan penghargaanku memiliki sahabat sepertimu….

Ketika aku berbicara,mengatakan sesuatu,memberi masukkan kepadamu,engkau selalu mendengarkan,menyimak dengan penuh antusias pembicaraanku,padahal mungkin pengetahuan dan pemahamanmu lebih banyak dan lebih baik dariku,tapi tak pernah sekalipun engkau memalingkan wajahmu dariku….
bahkan ketika aku mengecewakanmu…..kau tetap tersenyum dan memahami aku…

Sahabat Jiwaku…..
Terima kasih karena selalu ada untukku…
Terima kasih karena telah membantuku untuk selalu mencintai ALLAH dan meneladani RasulNYA…
Terima kasih karena telah membuat aku selalu SADAR
Terima kasih untuk selalu mengingatkan bahwa tak ada satupun ketetapanNYA yang buruk buatku
Terima kasih untuk selalu membuat aku semakin memahami ‘pengembaraan’ ini
Terima kasih untuk selalu mengingatkanku bahwa ‘kesenangan’ itu bukan ‘diperjalanan’ tapi di tempat ‘tujuan’!

Sahabat Jiwaku….
Semoga Allah selalu mencintai dan memuliakanmu
Aku bahagia dan bersyukur memiliki sahabat sepertimu…
Semoga akupun akan selalu menjadi sahabat bagi jiwamu….

Ya Allah…terima kasih karena ENGKAU telah mempertemukan aku dengan sahabat jiwaku…
Ya Allah….jadikanlah Sahabat Jiwaku ini sebagai penghuni surgaMU…..

**Sahabat Jiwa adalah dia yang selalu menggajakku untuk mentaati Allah dan Rasulullah…
Mentaati Al Quran dan membantuku untuk senantiasa merasa bahagia dan merupaya meraih surgaNYA (DBAS)

To:malaikatku yg tdk bersayap…yang membawaku kembali ke jalanNya..terimakasih banyak,semoga Allah mempertemukan kita di dunia nyata,bukan di dunia maya lagi…amin

YA ALLAH,PERTEMUKANLAH KAMI DI DUNIA NYATA,AKU INGIN SEKALI MELIHAT WUJUD MALAIKATMU ITU…KABULKANLAH KEINGINANKU YA ALLAH..AKU HANYA INGIN BERTERIMAKASIH KEPADANYA…AKU BERTERIMAKASIH PADAMU YA ALLAH,KARENA KAU TELAH MENGIJINKAN KAMI BERTEMU WALAU HANYA DIDUNIA MAYA,WALAU HANYA TAHU SUARANYA,KARNA AKU BELUM PERNAH MELIHAT WUJUDNYA…TAPI MALAIKATMU TELAH MEMBAWAKU KEMBALI PADAMU YA ALLAH,IJINKAN AKU SEKALI LAGI BERTEMU DIRINYA DIDUNIA NYATA,IJINKAN AKU BERTERIMAKASIH SECARA LANGSUNG KEPADANYA..

TERIMAKASIH YA ALLAH

h1

MAU BAHAGIA?SYUKURI HIDUP INI

Februari 24, 2010

Mau Bahagia ? Syukuri Hidup ini

“ Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah. dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir ( Q.S. Al-Ma’arij : 19-21 )

Kekayaan memang bisa membeli kesenangan dunia namun ia tidak bisa membeli kebahagiaan.

Ada sepasang suami istri setiap hari kemana-mana selalu dengan mobil mewah. Mereka adalah pasangan yang begitu sibuk dengan berbagai aktivitas. Maklum sang suami adalah seorang pengusaha sukses dan istri adalah wanita karir. Dan anak merekapun disekolahkan di tempat yang terbaik dengan segala fasilitas yang serba mewah. Tentunya si anak juga disediakan sopir yang mengantarnya kemana ia pergi.
Mereka terkenal di sekitar tempat tinggal mereka dan hampir semua orang mengenalnya termasuk mengenal baik semua kendaraan yang mereka pakai. Mereka memang tidak tinggal dilingkungan khusus orang kaya. Para tetangga masih banyak hidup sederhana. Tidak masalah mereka tetap dapat hidup rukun berdampingan. Dan masing-masing mempunyai kehidupan sendiri.

Seperti biasanya mereka berangkat pagi dan baru pulang menjelang malam dan itu berlangsung entah sudah berapa lama.
”Pak, lihat betapa bahagianya mereka. Jam segini mereka sudah bercengkrama dengan keluarga sedangkan kita masih dibuk dengan segudang pekerjaan” Ucap istri ketika melintasi sebuah keluarga sederhana yang sedang berbincang-bincang diteras rumah.
”Iya…ya…ma. kapan yach kita bisa seperti mereka yang setiap saat bisa menikmati waktu santai dengan keluarga” Dan suaminya pun mengiyakan sambil menarik nafas dalam-dalam. Begitu terasa ada beban yang begitu berat menghimpit dada mereka.
”Kadang-kadang mama rasanya ingin meninggalkan semua ini dan hidup bahagia seperti mereka”

Sedangkan dari teras rumah yang dimaksud juga merasakan hal yang sama
”Pak, kapan yach kita bisa seperti mereka. Kemana-mana selalu naik mobil mewah. Ibu yakin hidup mereka pasti sangat bahagia” Ucap istri Sang peimilik rumah sederhana sambil menunjuk mobil yang baru melintasi depan rumahnya.
”Bapak bisa merasakan hal yang sama, kapan kita menjadi orang kaya, bapak selalu ingin berkerja keras tapi tidak ada yang harus dikerjakan” Pandangannya menerawang jauh kedalam.

Dilain waktu anak orang kaya itu tidak kalah gelisahnya ketika menyaksikan anak-anak sebayanya diantar jemput sama orang tua mereka kesekolah, tidak seperti dirinya yang selalu diantar jemput sama sopir.

”Alangkah bahagianya mereka, kemana-mana selalu dengan orang tua sedangkan orang tuaku tidak pernah melakukannya. Mereka terlalu sibuk dengan bisnis mereka. Aku iri dengan mereka” Anak itu mengeluh dan menitikkan air mata.

”Aku ingin seperti anak yang ada di mobil itu. Kemana-mana ada yang antar kalau hujan tidak kehujanan dan kalau panas tidak kepanasan dan tidak perlu capek berjalan kaki berkilo-kilo meter” Anak lain yang sedang berjalan kaki menyampaikan isi hatinya kepada orang tuanya yang ada di sampingnya.

Sahabat…….,
Cerita diatas menggambarkan bahwa manusia selalu melihat orang lebih baik darinya. Dan kita juga sering mendengar bahwa”Manusia memang tidak pernah ada puasnya” Omongan ini benar bagi orang-orang yang memang dikendalikan oleh hawa nafsu, karena kalau kita mau mengikuti nafsu maka tidak akan pernah habis. Sebelum kaya ingin menjadi kaya setelah kaya ingin menjadi lebih kaya lagi. Dan saat merasa dirinya benar-benar kewalahan mempertahankan segala efek yang ditimbulkan oleh kekayaannya dirinya merasa lelah, merasa tidak ada waktu lagi untuk berkumpul dengan keluarga. Contoh lainnya sebelum menjadi orang terkenal ingin menjadi orang yang terkenal begitu terkenal, dirinya mengeluh lagi, merasakan ruang geraknya menjadi terbatas dan tidak ada privaci lagi.

Saat menjadi pengangguran hidup begitu stress, ketika mendapatkan pekerjaan, mengeluh lagi merasakan tidak ada waktu bersantai. Demikian juga pada seorang bintang sinetron saat belum mendapatkan peran, cari kemana-mana. Begitu mendapatkannya setiap hari harus suting sampai larut malam, ia marah-marah karena tidak ada waktu untuk istirahat.

Pengangguran ingin menjadi karyawan, karyawan ingin menjadi bos sedangkan bos selalu stress merasakan beban yang dipikul terlalu berat dan merasakan dirinya selalu bekerja keras tidak seperti lainnya ada begitu banyak waktu tersisa untuk keluarga.

Hidup Bahagia Tentu Ada Kuncinya !
Salah satunya yaitu kita HARUS BERSYUKUR dan tidak membanding-bandingkan hidup kita dengan hidup orang lain, setiap manusia pasti mempunyai masalah dan beban masing-masing yang tidak diketahui oleh orang lain. Orang hanya bisa melihat sisi luarnya saja dalam hati siapa yang tahu.

Kita melihat orang lain baik, orang lain melihat hidup kita enak. Kita ingin menjadi seperti mereka demikian juga sebaliknya, ketahuilah kita tidak bisa menjadi orang lain. Dan sekali lagi itu adalah perbuatan setan yang bernama nafsu.

Namun manusia bersyukur bukanlah manusia yang pasrah kepada keadaan. Manusia yang bersyukur adalah manusia yang selalu lapang dada menerima hasil dari usahanya yang optimal. Sedangkan manusia yang putus asa adalah manusia yang menerima nasibnya tanpa ada usaha.

Apapun dan berapapun yang didapatkan dari hasil usahanya bagi manusia yang bersyukur selalu berkecukupan. Karena Manusia yang selalu bersyukur tahu berapapun yang di dapatkan dalam dunia ini tidak akan perna cukup. Kalau sudah seperti itu kenapa kita harus memaksakan diri untuk mengejar sesuatu yang memang tidak pernah cukup ?

Sesungguhnya kebutuhan hidup kita tidaklah banyak hanya terkadang nafsulah yang membuat kita tidak pernah merasakan berkecukupan, maka dari itu orang –orang yang hidup bahagia adalah mereka yang bisa menyederhanakan kebutuhannya.

Tak seorangpun yang bisa memenuhi keinginannya dengan sempurna, kalau kita tidak mampu mengendalikan nafsu, maka selamanya kita akan menjadi orang yang selalu kekurangan. Jangan pernah merasa tidak puas dengan apa yang telah kita peroleh.

Sekecil apapun hasil yang kita dapatkan harus kita syukuri. Sifat tidak puas adalah cermin sikap orang yang tamak, yang selamanya akan hidup sengsara sedangkan orang yang selalu bersyukur akan mendapatkan kebahagiaan.

Suatu hari ada orang miskin yang datang menghadap kepada Nabi Musa Alaihissalam pakaiannya lusuh dan badannya kurus tak terawat. Berkatalah orang miskin itu kepada Nabi Musa, ‘Ya Nabi, tolong sampaikan kepada Alloh SWT, mohonkan aku, agar aku menjadi orang kaya.
“Saudaraku, perbanyaklah bersyukur kepada Alloh SWT,” jawab Nabi Musa sambil tersenyum padanya. Orang miskin itu terkejut mendengar jawaban Nabi Musa, dengan nada marah dia mengatakan, “Bagaimana aku bersyukur, makan aja susah, apa lagi pakaian cuman satu sudah begitu compang camping lagi.” Kemudian dia ngeloyor pergi meninggalkan Nabi Musa.
Tak lama kemudian datang orang kaya menghadap Nabi Musa, “Ya Nabi, tolong sampaikan kepada Alloh SWTmohonkan aku, agar aku menjadi orang miskin aja karena harta yang banyak membuat hidupku tidak nyaman.”
“Saudaraku, perbanyaklah bersyukur kepada Alloh SWT,” jawab Nabi Musa sambil tersenyum padanya. Orang kaya itu terkejut mendengarkan jawaban Nabi Musa, tanpa berkata apapun dia akhirnya pulang ke rumah. Beberapa hari kemudian orang kaya itu bertambah kaya karena sejak itu selalu bersyukur dan orang miskin semakin miskin karena enggan bersyukur atas semua karunia Alloh SWT.
Dan ingatlah tatkala Tuhanmu memaklumkan: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (Q.S.Ibrahim : 7)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.