Arsip untuk Desember, 2008

h1

Pikirkan …….

Desember 15, 2008

Sebelum kamu mengeluh

* Hari ini sebelum kamu mengatakan kata-kata yang tidak baik,
Pikirkan tentang seseorang yang tidak dapat berbicara sama sekali.

* Sebelum kamu mengeluh tentang rasa dari makananmu,
Pikirkan tentang seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.

* Sebelum kamu mengeluh tidak punya apa-apa,
Pikirkan tentang seseorang yang meminta-minta dijalanan.

* Sebelum kamu mengeluh bahwa kamu buruk,
Pikirkan tentang seseorang yang berada pada tingkat yang terburuk didalam hidupnya.

* Sebelum kamu mengeluh tentang Pasangan anda,
Pikirkan tentang seseorang yang memohon kepada Tuhan untuk diberikan teman hidup.

* Hari ini sebelum kamu mengeluh tentang hidupmu,
Pikirkan tentang seseorang yang meninggal terlalu cepat

* Sebelum kamu mengeluh tentang anak-anakmu,
Pikirkan tentang seseorang yang sangat ingin mempunyai anak tetapi dirinya mandul

* Sebelum kamu mengeluh tentang rumahmu yang kotor karena pembantumu tidak mengerjakan tugasnya,
Pikirkan tentang orang-orang yang tinggal dijalanan.

* Sebelum kamu mengeluh tentang jauhnya kamu telah menyetir,
Pikirkan tentang seseorang yang menempuh jarak yang sama dengan berjalan

* Dan disaat kamu lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu,
Pikirkan tentang pengangguran, orang-orang cacat yang berharap mereka mempunyai pekerjaan seperti anda.

* Sebelum kamu menunjukkan jari dan menyalahkan orang lain,
Ingatlah bahwa tidak ada seorangpun yang tidak berdosa.

* Dan ketika kamu sedang bersedih dan hidupmu dalam kesusahan,
Tersenyum dan berterima kasihlah kepada Tuhan bahwa kamu masih hidup

* Cintai orang lain dengan perkataan dan perbuatanmu.

* Cinta diciptakan tidak untuk disimpan atau disembunyikan.

* Anda tidak mencintai seseorang karena dia cantik atau tampan, Mereka cantik/tampan karena anda mencintainya.

* Adalah benar kamu tidak tidak tahu apa yang kamu miliki sampai kamu kehilangan
bsmlh_b
Apakah anda masih berminat mengeluh…. ?

h1

BATU KECIL

Desember 7, 2008

allah

Seorang pekerja pada proyek bangunan memanjat ke atas tembok yang sangat tinggi. Pada suatu saat ia harus menyampaikan pesan penting kepada teman kerjanya yang ada di bawahnya. Pekerja itu berteriak-teriak,tetapi temannya tidak bisa mendengarnya karena suara bising dari mesin-mesin dan orang-orang yang bekerja, sehingga usahanya sia-sia saja.

Oleh karena itu untuk menarik perhatian orang yang ada di bawahnya, ia mencoba melemparkan uang logam di depan temannya. Temannya berhenti bekerja, mengambil uang itu lalu bekerja kembali. Pekerja itu mencoba lagi, tetapi usahanya yang keduapun memperoleh hasil yang sama.

Tiba-tiba ia mendapat ide. Ia mengambil batu kecil lalu melemparkannya ke arah orang itu. Batu itu tepat mengenai kepala temannya, dan karena merasa sakit, temannya menengadah ke atas? Sekarang pekerja itu dapat menjatuhkan catatan yang berisi pesannya.

Tuhan kadang-kadang menggunakan cobaan-cobaan ringan untuk membuat kita menengadah kepadaNya. Seringkali Tuhan melimpahi kita dengan rahmat, tetapi itu tidak cukup untuk membuat kita menengadah kepadaNya. Karena itu, agar kita selalu mengingat kepadaNya, Tuhan sering menjatuhkan “batu kecil” kepada kita

Semoga kita dapat lebih menyadari dan selalu mengingat-SANG PENCIPTA tanpa menunggu kehadiran batu-batu kecil sebagai tanda pengingat kepada-Nya

h1

Tuhan memegang kendali atas hidup kita

Desember 1, 2008

Tidak ada satu kejadian pun di dunia ini yang luput dari pengawasan
Tuhan. Akhirnya, semua yang terjadi di dalam hidup kita, baik yang
diizinkan maupun yang dirancang oleh-Nya, terjadi berdasarkan
kehendak-Nya. Tetapi di dalam hal ini, seringkali kita sebagai
orang-orang percaya mengambil tindakan sendiri dan melupakan
kedaulatan Tuhan. Dan ketika hidup menjadi sebuah tantangan atau
menjadi tidak nyaman, seringkali kita tergoda untuk menyalahkan semua
yang terlihat sebagai penyebab pencobaan itu terjadi. Apakah yang
sering dilakukan orang sebagai reaksi spontan ketika mereka dipecat?
Ya, mereka seringkali menyalahkan atasan mereka. Dan bagaimana dengan
mereka yang tidak mempunyai pasangan? Respon yang sering muncul dalam
hal ini adalah menyalahkan lawan jenis mereka.

Untuk mengilustrasikan hal ini, kita bisa membayangkan seorang anak
kecil yang harus minum antibiotik yang pahit. Karena begitu tidak
menginginkannya, anak itu menjatuhkan botol antibiotik tersebut dari
tangan ibunya. Karena si anak tidak dapat memukul ibunya, ia
melampiaskannya kepada botol tersebut.

Kita pun “menghempaskan botol antibiotik Tuhan” ketika kita
bersungut-sungut dengan penuh amarah dan kebencian terhadap sesuatu
yang kita anggap buruk, padahal sebenarnya itu merupakan alat untuk
menyatakan kuasa-Nya. Tuhan telah memberikan jaminan kepada kita bahwa
Dia turut bekerja di dalam rincian kehidupan kita untuk mendatangkan
kebaikan bagi kita, meskipun seringkali hal tersebut bukanlah sesuatu
yang kita inginkan.

Terkadang lebih mudah bagi kita untuk meluapkan amarah kita terhadap
sesama daripada mengakui keputusasaan kita di hadapan Tuhan.
Sesungguhnya Tuhan menerima kita apa adanya.

Percayalah bahwa apabila kita mengakui bahwa Tuhan memegang kendali
dan memimpin masa depan kita, maka kita tidak akan pernah merasa putus
asa.p1050588

h1

Menyerahkan Kesuksesan Kita Kepada Orang Lain

Desember 1, 2008

taman

Anda mungkin pernah mendengar orang mengatakan; “gue yang susah-susah
membangun semuanya ini, tapi yang menikmatinya malah orang-orang
sesudah gue.” Sounds familiar ya? Benar. Karena memang banyak orang
yang merasa berat untuk merelakan orang lain menikmati sukses itu.
Jadi, tidak mengherankan jika ada orang yang merasa bahwa semua jerih
payah yang sudah dilakukannya belum tertebus. Sehingga, dia merasa
pantas untuk mendapatkan semua imbalannya. Lantas berebut mendapatkan
kedudukan. Dan berusaha mati-matian untuk mempertahankannya selama
mungkin.

Dalam salah satu sesi radio talkshow, seorang pendengar menelepon
kami. Ketika itu kami sedang membahas tentang pelajaran yang
disampaikan seekor kupu-kupu kepada manusia. Kita belajar bagaimana
sang ulat yang buruk rupa berupaya keras membangun dirinya, hingga
kemudian berhasil bermetamorfosis menjadi kupu-kupu yang indah. Kata
sang penelepon;”Tapi, setelah sang ulat sukses menjadi kupu-kupu
indah malah cepat menjadi mati. Mengapa mesti begitu?”

Saya beruntung mendapatkan pertanyaan serupa itu. Karena pertanyaan
itu membawa kita kepada sebuah kesadaran akan banyak hal. Bagi saya,
perilaku yang ditunjukkan oleh sang kupu-kupu mengisyaratkan tiga hal
penting. Pertama, kesadaran tentang betapa kita bertanggung jawab
untuk mempersiapkan generasi penerus, atau yang biasa kita sebut
sebagai talent management. Kedua, kesadaran atas betapa indahnya
membebaskan diri dari sifat monopoli dan keserakahan. Dan ketiga,
kesadaran tentang hadiah terindah yang disediakan bagi orang-orang
yang berhasil membuat hidupnya bermakna.

Apa yang diajarkan sang kupu-kupu tentang talent management? Katanya,
kita semua bertugas untuk menjadi orang yang memiliki keunggulan.
Keunggulan itu bisa membawa kita kepada pencapaian yang tinggi. Dan,
sesaat setelah kita meraih pencapain tinggi itu, kita mesti mulai
mewujudkan tanggungjawab untuk mempersiapkan generasi penerus. Dengan
begitu kita bisa membantu orang lain menapaki pencapaian yang tinggi
pula.

Seekor kupu-kupu membawa sebuah misi yang sangat agung. Yaitu;
menghasilkan telur. Dan, telur-telur itu menetas menjadi ulat, untuk
kemudian bermetamorfosis menjadi kupu-kupu lainnya. Ulat sendirian
tidak bisa bertelur untuk menjaga kelangsungan hidup spesiesnya.
Sehingga, menjadi kupu-kupu tiada lain adalah menjadi penghubung
antara generasi masa kini dan masa depan. Artinya, ketika memilih
kita untuk menjadi manusia sukses dihari ini; sesungguh alam tengah
menurunkan mandat kepada kita untuk menjadi jembatan antara sukses
masa kini dan masa depan melalui generasi-generasi baru yang kita
persiapkan untuk menggantikan kita.

Pemahaman ini juga mengantarkan kita terhadap kesadaran atas betapa
indahnya membebaskan diri dari sifat monopoli dan keserakahan itu.
Seperti yang dikatakan sang penelepon tadi; sang kupu-kupu rela mati
tak lama setelah itu. Berkebalikan dengan kupu-kupu; kita para
manusia sering menginginkan kesuksesan itu menjadi milik kita selama-
lamanya. Kita takut jika kedudukan yang kita sandang ini berpindah
tangan, atau dikembalikan kepada sang pemilik mandat. Makanya, tidak
heran jika kita selalu sibuk dengan usaha-usaha untuk mempertahankan
posisi bagus itu untuk diri kita. Kita lupa bahwa masa kita sudah
tiba. Dan kini giliran orang lain untuk menikmati sukses itu.

Padahal, seperti sang kupu-kupu seharusnya kita tidak terjebak pada
keindahan diri. Sebab, sesaat setelah menjadi indah; kita mempunyai
tanggungjawab untuk menyerahkan keindahan itu kepada orang yang
berhak untuk menerimanya dari kita. Meniru sang kupu-kupu bisa
membantu kita terbebas dari sifat tamak. Sehingga, ketika tiba saat
untuk menyerahkan kursi itu kepada orang lain, tidak terasa berat.

Saya mengerti bahwa sikap seperti ini agak sulit untuk diterima akal.
Tak lazim. Terutama dijaman ketika orang saling berlomba untuk
memperebutkan kedudukan dan jabatan. Tapi, saya mengenal seseorang
yang berjibaku ketika keadaan serba sulit. Berusaha mati-matian untuk
membangun sesuatu pada saat segalanya masih belum berbentuk. Namun,
ketika berhasil membenahi segala sesuatunya; dia malah melepaskan
kesempatan untuk mereguk nikmat hasilnya. Baginya, tugas itu sudah
selesai. Lalu, secara perlahan namun pasti dia menarik diri dan
menyerahkan sepenuhnya pencapaian itu kepada orang lain.

Lantas, apa yang didapatkan sang kupu-kupu setelah semua susah dan
jerih itu? Mengapa dia memilih untuk bergegas mati? Bukankah tidak
sebaiknya dia menikmati semua itu sedikit lebih lama lagi? Menggapa
setelah seseorang bersusah payah membangun sesuatu harus menyerahkan
hasil kerja kerasnya kepada orang lain? Rangkaian pertanyaan ini
mengantar kita kepada kesadaran yang ketiga.

Sang kupu-kupu mengingatkan kita tentang hadiah terindah yang
disediakan bagi orang-orang yang berhasil membuat hidupnya
bermakna. “Hey, ketahuilah.. .” begitu sang kupu-kupu berkata. “Tuhan
telah menyediakan hadiah yang lebih indah dialam keabadian yang
menanti kita…..” lanjutnya. Oh, rupanya kebahagiaan hakiki itu
adanya tidak dialam material. Manusia-manusia yang tak henti berbuat
kebajikan dihibur oleh kabar bahwa; semua perbuatan baiknya untuk
orang lain pasti berbalas kebaikan. Dan Tuhan sudah menyediakan
hadiah untuk setiap kebajikan yang diperbuatnya. Apakah anda meyakini
hal itu?

Apakah anda juga yakin bahwa hadiah dari Tuhan lebih indah dibanding
apapun yang bisa disediakan manusia? Saya meyakini itu. Dan sekarang
kita mengerti; mengapa sang kupu-kupu mengajari kita untuk berlapang
dada ketika menyerahkan kesuksesan yang kita bangun itu kepada orang
lain. Karena, rupanya, ada imbalan lain yang jauh lebih bernilai
dimata Tuhan. Sang kupu-kupu mengajarkan bahwa yang terpenting bagi
kita adalah membaktikan diri bagi apapun yang kita tekuni. Lalu,
mengijinkan orang lain menikmatinya. Karena, bagi kita. Sudah
disediakan. Hadiah. Yang lebih. Indah.

Ya seandainya terjadi padaku….aq susah2 bangun usaha,seandainya suatu saat memang bukan aq yang meneruskan,aq anggap bukan rejeki q,daripada aq takut kehilangan usaha yang aq bangun,lebih baik aq belajar bahwa tiada yang kekal di dunia ini,jadi hidup q bisa lebih tenang q jalani…semoga ALLAH SWT selalu memberiku yang terbaik….aq selalu dijauhkan dari kesulitan materi juga kesulitan hati…..AMIEN…AQ SERAHKAN HIDUP Q KEPADA MU YA TUHANKU……JAGALAH AQ JUGA ANAK-ANAKKU…BERILAH AQ SELALU KEIKHLASAN DALAM MENJALANI HIDUP INI….

h1

BERPIKIR YG BESAR

Desember 1, 2008

p1020916

Anda besar dengan berpikir besar. Anda kecil bila berpikir kecil.
Keterbatasan anda adalah pikiran Anda. Mimpi dianugerahkan agar anda
bisa berpikir besar. Mulailah dari pikiran Anda. Keberhasilan
semata-mata bagaimana Anda meletakkannya dalam pikiran. Tidak ada yang
salah pada lingkungan sekitar. Tidak pula salah pada waktu Anda. Semua
memberikan tempat dan kesempatan bagi Anda untuk meraih keberhasilan.
Tinggal Anda mengambil langkah pertama, yaitu berpikir besar.

Tak ada yang salah pada katak yang merindukan bulan. Tak ada yang
salah pada kera yang ingin menjadi dewa. Jangan hiraukan ucapan orang
lain. Bergaulah dengan orang-orang yang berkepribadian besar.
Perlakukanlah diri anda dengan penuh rasa hormat, maka orang lain akan
menghormati anda sebagai orang besar.

Tetaplah bergerak maju, sekalipun lambat. Karena dalam keadaan tetap
bergerak, Anda akan menciptakan kemajuan. Adalah jauh lebih baik
bergerak maju, sekalipun pelan daripada tidak bergerak sama sekali.

Dalam hidup kita sering merasa buntu hanya karena kita ingin mengambil
satu langkah yang terlalu besar, langkah raksasa. Akibatnya, masalah
kita jadi terlihat besar sekali, kompleks dan tak terselesaikan.
Hasilnya, Anda hanya termenung dan tidak bergerak.

Sabar dan coba mundur sebentar. Perhatikan tantangan Anda. Tidaklah
lebih memungkinkan bagi Anda untuk mengambil langkah-langkah pendek
terus menerus, ketimbang berusaha menelan semua maslah seklaigus. Satu
langkah kecil demi langkah kecil, asalkan Anda masih memiliki hari
esok dan masih ingin bergerak maju. Dan bukan berhenti.

h1

Apa Yang Dibutuhkan Oleh Seorang Ibu?

Desember 1, 2008

Tuhan memerintahkan kita untuk menghormati ibu kita, dan Tuhan tidak
menetapkan batasan-batasan apapun terhadap perintah-Nya. Sesuai dengan
posisinya sebagai ibu, maka sudah seharusnyalah kita memperlakukan ibu
kita dengan penuh hormat dan kasih.

Para ibu tidak selalu bertindak sesuai dengan semua harapan kita.
Kadang-kadang mereka mengalami berbagai kesulitan dan tantangan yang
mempengaruhi kemampuan mereka untuk memberikan apa yang kita butuhkan
ataupun apa yang kita inginkan. Atau mereka mungkin mempunyai
kelemahan pribadi yang memberikan pengaruh negatif kepada kita dan
keluarga kita. Namun, kita harus tetap menerimanya karena Tuhan telah
mencurahkan kasih-Nya kepada kita bahkan sekalipun kita tidak layak
untuk menerima kasih-Nya.

Tuhan mengasihi kita disaat kita tidak layak. Satu-satunya cara agar
kita dapat mengekspresikan perasaan syukur kita kepada-Nya adalah
dengan menunjukkan kasih yang tulus kepada ibu kita. Dengan
pertolongan- Nya, kita dapat memilih untuk melakukannya dengan
sungguh-sungguh dan terus menerus.

Mengasihi para wanita yang memiliki peran penting dalam hidup kita
tanpa memerlukan banyak syarat adalah bagian penting dalam menunjukkan
sikap hormat pada mereka. Tidak ada seorang ibu atau isteri seharusnya
bertanya-tanya apabila mereka berbuat sesuai dengan harapan dan
keinginan dari orang-orang yang dikasihi. Setelah beberapa waktu, ia
akan merasa terperangkap oleh beban dari berbagai keinginan yang tidak
terpenuhi daripada diterima oleh orang-orang yang terdekat dengannya. p1030117

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.